(BorneoBangkit.com, Samarinda) Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72  di gelar serentak di seluruh pelosok tanah air hari ini, Kamis (17/8/2017). Tak terkecuali di Samarinda, Kalimantan timur. Unsur kemaritiman di Samarinda pun turut serta melaksanakan detik-detik Kemerdekaan dengan upacara Pengibaran Bendera di halaman kantor Distrik Navigasi Kelas 1 di Selili, Samarinda.

Unsur Kemaritiman tersebut diantaranya dari jajaran kantor Kesyahbandara dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, kantor Distrik Navigasi Kelas 1, PT. Pelindo IV Samarinda, Kepolisian Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan dan Perairan (KP3), Polisi Perairan dan Udara , Denhubrem TNI -AD, TPK-PALARAN  hingga para Tenaga kerja bongkar muat atau buruh di Pelabuhan Samarinda bersama Pengusaha baik dari INSA, ALFI, APBMI dan Para Pimpinan Instansi Pemerintah dan Stakeholder di Pelabuhan Samarinda.

“Upacara ini tentu dilaksanakan untuk memeringati HUT RI ke 72, sekaligus mengenang dan mengingat perjuangan pendahulu kita dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan,” kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)  Samarinda, Raden Totok Mukarto, SH, CN, Msi. Di umur RI yang ke 72 ini, harapannya, bahwa di kemudian hari terus ada kebersamaan  dalam hal membangun, membesarkan bangsa ke arah yang lebih baik. “Dengan harapan agar tercapainya tujuan transportasi, yakni pelayanan kepada masyarakat efisien, efektif dan murah,” kata Raden Totok.

Sebelumnya, upacara pengibaran bendera tersebut sebagai komandan upacara adalah Kepala Sub Bag Tata Usaha kantor KSOP Kelas I Samarinda, Hanif Kartika Yudha, S.Sos, M.Mtr. Sementara sebagai inspektur upacara adalah Kepala Kantor Distrik Navigasi Kelas I Samarinda, M Dahri SH M.hum. Dalam sambutan menteri perhubungan, Budi Karya Sumadi yang dibacakan oleh inspektur upacara M. Dahri, dikatakan membangun bangsa harus dilaksanakan dengan semangat gotong royong. Untuk itu, kementrian perhubungan terus bersinergi membangun bangsa, demi mewujudkan integrasi antar moda dan mewujudkan sistem pelayanan transportasi yang handal.

Disampaikan kembali oleh Dahri, ada beberapa strategi kementerian perhubungan guna meningkatkan konektivitas antar wilayah dalam membangun dan mengembangkan transportasi. “Yakni membangun dan mengembangkan 65 pelabuhan penyeberangan untuk menyambungkan sabuk utara, tengah dan selatan wilayah Indonesia,” kata Dahri. Kemudian pembangunan subsofisik wilayah pesisir sebagai alternatif transportasi pesisir, lalu pengembangan angkutan perkotaan. “Dan pembangunan 100 perlabuhan non komersil sebagai pendukung tol laut. Lalu penurunan dweling time untuk efisiensi, kereta api antar kota masal, kereta api perkotaan serta pembangunan 15 bandara baaru yang dibangun di wilayah terpencil, terbelakang dan perbatasan,” tutupnya. (Hardianto)


Tags:
Share:

Mr Borneo

Leave a Comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.