TEGA, HASIL KERJA 7 TAHUN SEBAGAI TKI DI MALAYSIA DIRAMPAS IMIGRASI

(BorneoBangkit.com, Nunukan) – 10 November 2017 – Pupus sudah harapan 4 TKW asal Flores Nusa Tenggara Timur untuk bisa berwira usaha di kampung. Ini disebabkan mereka ditangkap di perairan Malaysia saat hendak menuju Nunukan Kalimantan Utara untuk pulang kampung setelah 7 tahun bekerja di ladang sawit.

Kepada BorneoBangkit.com
Flaviana Tifa (30) , Linda Imani (39), Juliana Peni (23) dan Astin delima (2) menuturkan, mereka ditangkap oleh polis marine saat menaiki perahu kayu bersama 16 TKI lain termasuk balita. Tak cukup ditangkap harta yang mereka kumpulkan selama 7 tahun bekerja sebagai buruh perkebunan sawit di Sandakan yang totalnya sekitar 30.000 RM/Rp.90 jutaan turut disita tak dikembalikan.

“Maritim tangkap kami, diinapkan dua hari di pos Maritim, baru diserah ke Imigresen, lepas tu semua uang kami juga emas mereka ambil, bilangnya mau dikasih balik saat kita mau pulang, sampai sekarang tak balik balik,”keluh mereka. Saat berada di Tempat Penampungan Sementara (PTS) yang merupakan bilik tahanan bagi pelanggar kasus imigrasi di Malaysia, petugas bernama Syaiful meminta keempatnya menuliskan harta benda yang diserahkan satu persatu.

“Semua yang kita serah, kami tulis di recipe itu, tercatat semua situ, sekira 20 ribu ringgit lebih uangnya, emas juga kalau harga itu sekira 10 ribu ringgit banyak itu,”kata mereka. Sayang, janji tinggallah janji, setelah nama keempat TKW tersebut masuk diantara daftar deportan tanggal 2 November 2017, uang juga emas mereka tak juga dikembalikan.
4 orang inipun sempat protes ke petugas Imigresen agar harta yang telah mereka kumpulkan selama 7 tahun di Malaysia segera dikembalikan.

“Sampai menangis nangis kami memohon balik uang kami, mereka bilang “jangan bising, kalau bising nanti masuk lagi,” begitu mereka kata, kami diam karena takut kalau dikasih masuk balik,”lanjut mereka bercerita. Nasib malang 4 TKW yang kini ditampung salah satu kenalan mereka di jalan TVRI ini masih berlanjut, kebijakan bagi TKI untuk membayar 90 ringgit jika ingin cepat keluar dari PTS menambah kesedihan, mereka terpaksa mencari pinjaman kepada orang yang mereka kenal di Malaysia atau terpaksa mengesampingkan rasa malu dengan menghubungi keluarga di kampung supaya mengirimkan uang demi bisa dideportasi.

“Kita sudah kasih recipe ke konsul, kita mohon bisa balik uangnya, kami menumpang ini tiada uang, belanja juga ndak bisa, terlantar kami ini,”katanya. Saat dikonfirmasi atas kasus tersebut, Staf Tekhnis Imigrasi KRI Tawau, Ujo Sujoto, membenarkan pengakuan para TKW, ia juga mengatakan segera berkoordinasi untuk memastikan pengembalian barang barang TKW yang kini masih berada di kantor Imigresen Tawau. “Kita teruskan ke perlindungan TKI,”jawabnya. (Mulya D)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Tags:
Share:

Mr Borneo

Leave a Comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.