PENUMPANG TETAP PAKAI TANGGA KAYU, ANGGOTA DPRD PROTES PENGELOLA PELABUHAN

(BorneoBangkit.com, Nunukan) -28 November 2017- Keberadaan dermaga speed boat Sei Nyamuk kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara telah rampung, tapi entah mengapa, penumpang speed masih bergelantungan menggunakan tangga kayu untuk naik ke terminal penumpang atau turun ke speed boat.

Kondisi tersebut menjadi keprihatinan tersendiri, terlebih ketika melihat banyaknya wanita yang membawa anak kecil ikut bergelantungan di tangga, padahal hanya berjarak 4 meter saja, terpisah pintu besi yang tergembok, telah tersedia dermaga beton megah yang siap digunakan. “Belum ada serah terima dari pusat,”ungkap PLH Kantor Unit Pelaksana Pelabuhan (KUPP) Sebatik Andi Komo, Senin 27/11 kepada BorneoBangkit.com.

Hal ini membuat anggota DPRD Nunukan melakukan inspeksi mendadak merespon laporan masyarakat bereaksi, kakunya aturan bisa dibijaki ketika melihat perkara insidentil layaknya masyarakat yang terpaksa menggunakan tangga kayu untuk naik turun speed, semua bergantung pada seberapa peka pejabat terkait menyikapi masalah yang terjadi.

“Kalau jatuh bagaimana? Sementara di samping itu ada terminal yang nyaman, yang kena tegur siapa? Kalau saklek sama aturan, menunggu peresmian sampai kapan? Sampai jatuh korban? Kenapa gak laporkan kondisi ini ke pusat, lalu dibijaki?,”tanya ketua DPRD Nunukan Haji danni Iskandar bersama wakil ketua Hajah Nursan, Burhanudin juga Haji Rasyid.

Andi Komo selaku PLH juga mengakui jika dermaga beton yang baru saja rampung inipun bisa digunakan jika ada kunjungan pejabat atau untuk perrsinggahan tim penyelamat ketika melakukan tugasnya, hanya saja untuk memutuskan kapan bisa mengakomodir masyarakat sebagaimana rekomendasi anggota dewan, mereka belum bisa memutuskan.

“Kebetulan kepala kantor sudah lama di luar kota, kita tunggu perintah beliau, kalau memang beliau bilang buka, ya kita akan buka,”jawabnya.
Danni Iskandar langsung menelfon kepala KUPP Sebatik Juniansyah untuk memastikan pelayanan normal bagi penumpang yang hingga kini harus rela bergelantungan lewat tangga kayu,
Melalui sambungan telfon, Juniansyah meminta waktu dua hari untuk menentukan bisa atau tidaknya penggunaan terminal penumpang seperti diharapkan masyarakat.

“Dua hari kedepan saya akan lihat lagi, memang betul aturan, tapi bisa dibijaki, silahkan lihat bahayanya itu tangga, kalau terpeleset jatuh korban apa gak konyol padahal itu di samping terminal, cuma jarak pintu besi yang dikunci saja?.”katanya heran.

Terminal penumpang Sei nyamuk, ini dibangun tahun 2017 dengan menghabiskan anggaran APBN lebih Rp.10 miliar, kondisi yang siap pakai belum membuat bangunan ini difungsikan dengan alasan belum ada serah terima sehingga tangga kayu digunakan untuk naik turun penumpang. Ada 2 unit speed boat yang melayani penyeberangan rute Sebatik – Tarakan, masing masing Sadewaa Ekspress dan Sinar baru Ekspress. (Mulia D)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Tags:
Share:

Mr Borneo

Leave a Comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.