MINIM ANGGARAN, RUMAH TENUN BERAU BUTUH PERHATIAN PEMERINTAH

(BorneoBangkit.com, Berau) -3 November 2017- Berlokasi dirumah jabatan Bupati Berau, tim pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Berau, menggelar rapat membahas masalah rumah tenun yang berada di Kampung Tumbit, Kecamatan Sambaliung, yang butuh perhatian khusus.

Hal ini disampaikan oleh ketua Harian Dekransda Berau, Wiyati pada Jum’at (3/11) kepada BorneoBangkit.Com problematika yang dihadapi oleh para penenun lokal di Berau. Selain itu rapat akan melakukan pembahasan kepengurusan serta evaluasi program dan penyusunan program kerja 2018.

“Kali ini memang ada beberapa program yang harus di tindak lanjuti, salah satunya rumah tenun yang berada di kampung Tumbit, Kecamatan Sambaliung, yang membutuhkan bantuan CSR perusahaan maupun pihak ketiga lainnya seperti perbankan untuk mendukung program dekranasda yang belum terealisasi,” ujarnya.

Diakui Wiyati, kondisi keuangan daerah saat ini memang mengalami penurunan sehingga ada beberapa program yang terpaksa harus menunggu, sehingga program 2018 bisa tidak berjalan jika tidak ada dukungan dari pihak ketiga. Dan untuk kepengurusan Dekranasda ada beberapa anggota yang memang kurang aktif.

“Memang ada beberapa anggota Dekranasda yang kurang aktif sehingga ada beberapa program yang tidak jalan, hal ini dikarenakan anggota tersebut ada yang di mutasi,” bebernya.

Untuk 2017 memang ada beberapa program yang dikalankan menggunakan APBD yang ada, namun tetap butuh dukungan pihak ketiga, terkait rumah Tenun, Wiyati menuturkan, untuk lahan sudah ada namun terkendala dana untuk pembangunan.

“Untuk lahan rumah tenun telah ada, namun ya kembali ke anggaran yang belum siap, dan motif tenun ini kami memakain motif Berau, meskipun si penenun bukan orang Berau, namun dia telah banyak mengajarkan cara menenun kepada masyarakat, tinggal dikembang kan lagi,” tambahnya.

Wiyati berharap dengan hadirnya pihak ketiga, pembangunan Rumah tenun ini bisa segera berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Sudah ada beberapa penenun namun tidak adanya rumah tenun bagi mereka merupakan suatu kendala besar, makanya kami mengharapkan pihak ketiga berkontribusi dalam pembangunan rumah tenun tersebut,” pungkasnya. (Syaifudin Zuhdi)

 


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Tags:
Share:

Mr Borneo

Leave a Comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.