(BorneoBangkit.com, Kotabaru) Perwakilan masyarakat meminta kepada instansi terkait untuk melaksanakan mediasi dan membahas permasalahan penerobosan lahan masyarakat yang diduga dilakukan oleh PT.BRI di desa tanjung selayar kec. Kepulauan kab. Kotabaru. Mediasipun dilaksanakan diruang kantor dinas perumahan rakyat pemukiman dan pertanahan kabupaten kotabaru, Kalimantan Selatan pada hari rabu (13/09) dengan dihadiri beberapa instansi terkait.

PT BRI sendiri, adalah salah satu perusahan yang bergerak di bagian perkebunan kelapa sawit yang beroperasi sejak tahun 1999, dan terus berjalan sampai sekarang. Kasat POL PP. Budi Utomo, menjelaskan kepada BorneoBangkit.Com mengenai aturan “operasional didahulukan sedangkan ijin perkebunannya tidak ada”

Menurut masyarakat sendiri, PT.BRI tidak mengakui penerobosan yang dilakukannya. Data kepemilikan lahan masyarakat seluas 289 Ha dimiliki dari 118 orang, Namun saat ini dimiliki PT BRI tanpa adanya ganti rugi dari pemilik lahan sebelumnya. Dulunya masyarakat menggarap lahan ini untuk di tanami ubi kayu dan lain sebagainya untuk kebutuhan sehari-hari, dan sekarang tidak bisa lagi.

Dan apabila hasil mediasi ini tidak ada penyelesain maka kita akan bawa kejalur hukum sesuai UU yang berlaku, tegasnya. Iptu. Joko purwanto, kepolsek pulau laut kepulauan menjelaskan permasalahan yang dulu sekarang timbul lagi khususnya angota plasma yang dulu di janjikan yang lahannya 2Ha di beli oleh perusaha dengan kisaran 6 sampai 7 juta ternyata pelaksanaanya tidak sesuai apa yang di janjikan oleh perusahaan.

Dan setiap desa dengan lahan yang sama, peserta pelasma akan tambah banyak, karna kemungkinan besar yang menjual kartu bodong adalah oknum, ucap Joko purwanto. Sufian ketua koperasi SIPATUO, PT.BRI, sangat berterimakasih kepada pemerintah kotabaru yang mengambil tindakan melakukan mediasi, Dan apapun keputusan hari ini itu adalah keputusan yang bijaksana dan terbaik buat kita semua, ujarnya.

Heru setiawan plt dinas perumahan rakyat, meyampaikan, kami hanya bisa mengupayakan dan berusaha menyelesaikan permasalahan ini melalui mediasi, dan harapan kami mudamudahan permasalahan ini bisa di selesaikan lewat mediasi ini. Jatmiko, perwakilan dari pihak perusahan PT.BRI menjelaskan, terkait permasalahan ini kami sudah sepakat untuk menyerahkan sama tim TP3D kita tungu saja hasilnya, dan apapun keputusannya, mudah-mudahan ini yang terbaik buat kedua belah pihak. (Heri)


Tags:
Share:

Mr Borneo

Leave a Comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.