(BorneoBangkit.Com, Samarinda) Kapal mengankut BBM Jenis Solar 100 Ton di Samarinda ditemukan Patroli KPLP berlayar tak mengantongi izin, Kapal tersebut adalah Kapal SPOB Bintang Samudera 01, KM. Prima 99 dan KM. Mulia 02 tujuan Samarinda – Berau. Temuan tersebut merupakan tindak pidana melanggar UU No. 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran.

Raden Totok Mukarto, SH, CN, Msi Kepala Kantor KSOP Samarinda saat ditemui di ruang kerjanya, kepada Borneo Bangkit, Selasa (29/082017) menjelaskan bahwa temuan tersebut berawal ketika Kapal Patroli BC. 9005 melakukan pemeriksaan kapal SPOB Bintang Samudera yang bermuatan BBM jenis Solar sebanyak 100 Ton dan Nahkoda saat itu tidak berada di atas kapal dan kapal hanya dikendalikan oleh seorang Juru Mudi sedangkan KM. PRIMA dan KM. MULIA 02 tidak memiliki dokumen pengawakan, tepat di Tanjung Mangkaliat di posisi 01°07’00U/ 118°54’00″T.

Kapal Patroli BC-9005 yang berkordinasi dengan kantor Pangkalan Sarana Operasi (PSO) BC Pantoloan bahwa kapal SPOB. Bintang Samudera 01 terdaftar di Kantor KSOP Samarinda, maka perkara kemudian dilimpahkan kepada Kantor KSOP Kelas II Samarinda dan  tidak ditemukan adanya tindak pidana kepabeanan, melainkan tindak pidana pelayaran sesuai UU No. 17 Tahun 2008. Penyerahan temuan tersebut berikut barang bukti  3 kapal kepada Penyidik Kantor KSOP Kelas II Samarinda, kemudian langsung ditindak lanjuti dengan koordinasi ke Satuan Reskrim Polrestabes Samarinda. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta langkah penyidikan lainnya termasuk melakukan penyitaan terhadap barang bukti.

Hasil pemeriksaan terhadap para saksi termasuk meminta keterangan Ahli, maka Penyidik menetapkan Sdr. JF selaku pemilik ketiga kapal tersebut ditetapkan sebagai tersangka, karena melanggar pasal 310 jo 135 Undang-undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran. 16 Agustus 2017 Penyidik melakukan penyerahan Berkas Perkara kepada Kejaksaan Negeri Samarinda  melalui Korwas PPNS yakni Kasat Reskrim Polrestabes Samarinda. Hingga Selasa (29/08/2017) siang tadi, penyidik melakukan penyerahan tahap II dengan menyerahan tersangka dan barang bukti ke Kantor Kejaksaan Negeri Samarinda, langkah ini sebagai bukti pihaknya  akan menindak tegas dan serius dalam menangani kasus tindak pidana pelayaran dan penegakan hukum diperairan samarinda guna menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran, tutur Raden Totok. Atas perbuatannya, pelaku terancam 2 (dua) tahun Penjara dan denda Rp. 300 Juta sesuai pasal 310 UU Nomer 17 tahun 2008 tentang Pelayaran. (Hardiyanto)


Tags:
Share:

Mr Borneo

Leave a Comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.