KELOMPOK TANI KUMPAI, SUKSES TANAM WORTEL DI PULAU KALIMANTAN

(BorneoBangkit.Com, Pangkalan Bun) – 4 November 2017- Keberhasilan kelompok tani yang ada di Desa Kumpai Batu Atas, dalam mengembangkan tanaman holtikultura seperti Bawang Merah, Kubis dan Wortel, diapresiasi oleh Anggota DPR RI Dapil Kalteng Komisi IV, H.Hamdhani.

Dirinya mengapresiasi setelah melihat secara langsung panen perdana Tanaman Wortel, Kamis kemarin (02/11) oleh Kelompok Tani Harapan Makmur Kumpai Batu Atas Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng. Dalam hamparan puluhan hektar Kelompok Tani Harapan makmur tersebut, Hamdhani melihat langsung keberhasilan tanaman holtikultura, baik yang sedang tertanam maupun yang sudah dipanen.

Anggota DPR RI Asal Kalteng, yang juga putra asli Kotawaringin Barat ini, terus mensupport sekaligus akan meningkatkan anggaran yang signifkan di Tahun 2018 ini, terutama disektor tanaman holtikultura, yang masa tanamnya sangat singkat, dalam waktu dua bulan bisa dipanen, seperti Bawang Merah, Kubis ataupun Wortel.

“Saya akan terus mengusulkan anggaran di Komisi IV DPR RI, terkait dengan peningkatan tanaman holtikultura, dan mudahan bisa berjalan secara berkesinambungan,” ujar H.Hamdhani disela-sela panen perdana tanaman wortel.

Untuk alat-alat pertanian yang dibutuhkan oleh para petani yang tergabung dalam kelompok tani, persilahkan mengusulkan kepada Bupati Kobar atau dinas terkait, yang nantinya akan diinventarisir, serta diusulkan pemerintah setempat kepada DPR RI, terutama untuk Tahun 2018 mendatang.

Petani di Kobar ini semakin kreatif dengan mengembangkan tanaman yang tadinya tidak bisa di tanam di lahan yang berpasir, tapi terlihat sudah bisa, hanya saja, untuk meningkatkan hasilnya, petani untuk selalu belajar untuk mengolah tanah, dan memberikan pupuk, tentunya peranan para penyuluh pertanian. dan yang paling terpenting lagi, bagaimana hasil akhirnya bisa menjual kepada pasar yang ada di Pangkalan Bun, pungkasnya. (Wan)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Mr Borneo

Leave a Comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.