(BorneoBangkit, Samarinda) Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Periode Februari 2017. Acara ini berlangsung di Kantor Perwakilan BI Provinsi Kaltim di Jalan Gajah Mada, Samarinda pada hari Kamis (23/2/2017). Diseminasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltim, Muhamad Nur dan dihadiri oleh seluruh perbankan di Kota Samarinda.

SMD SEMINAR BI (1)

Diseminasi KEKR secara rutin dilakukan oleh Bank Indonesia untuk memenuhi kebutuhan informasi stakeholders internal maupun eksternal mengenai kondisi perkembangan ekonomi, inflasi, stabilitas keuangan daerah, risiko dan peluangan perekonomian 2017 serta proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi tahun 2017.

Adapun dalam kegiatan diseminasi ini juga disampaikan mengenai perkembangan Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial dengan narasumber dari Departemen Surveillance Sistem Keuangan, I Gusti Ngurah Yudia dan Departemen Kebijakan Makroprudensial, Kurniawan Agung.

SMD SEMINAR BI (2)

I Gusti Ngurah Yudia memaparkan materi mengenai peran Bank Indonesia dalam melakukan pengawasan terhadap sistem keuangan secara keseluruhan pasca beralihnya fungsi pengawasan mikroprudensial ke Otoritas Jasa Keuangan tahun 2013 yang lalu. Guna memperkuat stabilitas sistem keuangan, Gubernur BI bersama dengan Menteri Keuangan, Ketua Dewan Komisiner OJK dan Ketua Dewan Komisioner LPS melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sesuai dengan mandat UU No. 9/2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPKSK).

Sementara itu, Kurniawan Agung memaparkan tentang kondisi stabilitas keuangan terkini serta mensosialisasikan beberapa produk dari kebijakan makroprudensial yang telah diterbitkan oleh BI seperti Kebijakan Loan to Value (LTV), Giro Wajib Minimun Berdasarkan Loan To Funding Ratio (GWM-LFR) dan Countercyclical Capital Buffer (CCB). Diseminasi yang dihadiri oleh perbankan di kota Samarinda dipimpin oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltim, Muhamad Nur. (Hardiyanto)


Tags:
Share:

Mr Borneo

Leave a Comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.