BAKSO DAGING TIKUS DIAKUI DINAS PERTANIAN BEREDAR DI NUNUKAN

(BorneoBangkit.com, Nunukan) -15 November 2017- Isu beredarnya bakso berbahan baku daging tikus mulai merebak ditengah masyarakat Nunukan, provinsi Kalimantan Utara. Untuk itu dinas pertanian dan ketahanan pangan pemerintah provinsi Kalimantan Utara merespon segera isu ini dengan melakukan serangkaian tes.

Kepada BorneoBangkit.com, Kadis pertanian dan ketahanan Pangan provinsi Kalimantan Utara Santiaji Pananrangi S.IP membuka hasil tes sampel bakso disalah satu rumah penggilingan di Nunukan. Berdasarkan surat nomor : 524/1459/dPKP-IV/X/2017 perihal hasil uji laboratorium sample pangan asal hewan, menyatakan hasil identifikasi pentol bakso di salah satu rumah penggilingan daging Nunukan positif mengandung spesies tikus.

Hal ini diperkuat oleh Kadis kesehatan Kabupaten Nunukan, dr. Meinstar Tololiu akan hasil temuan kepala Balai veteriner Banjar Baru Nomor : 29005/PK.310/F.5.E/09/2017 tertanggal 29 September 2017. “Iya itu dinas pertanian provinsi sana, lebih jelasnya ke dinas pertanian saja, mereka yang lebih tahu itu,”jawabnya, Rabu (15/11/2017).

Menindak lanjuti surat tersebut instansi terkait turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak, melibatkan berbagai dinas terkait seperti SatPol PP,dinas pertanian dan pangan, dinas perdagangan, dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu beserta petugas kepolisian.

Sementara itu Alim Bakri petugas dinas pertanian kabupaten Nunukan yang ikut melakukan inspeksi mendadak juga tak mau memberi keterangan. “Mohon maaf kita belum bisa publish, kami harus laporkan ke Kadis dulu,”katanya menolak sejumlah pertanyaan wartawan. Tak ada upaya penutupan bagi salah satu rumah penggilingan daging tersebut karena permasalahan tekhnis administrasi. hanya sebatas tindakan pengambilan ulang sample untuk pemeriksaan laboratorium kedua. Kebijakan ini diambil menimbang alamat yang tertera di surat tak spesifik menuliskan tempat mana yang menjadi obyek, namun hanya tertulis pemilik baso Malang yang diketahui ada beberapa penjual baso memiliki nama yang sama. “Kita ambil sample ulang, kita kirim lagi ke lab,”kata Tololiu tanpa mau menjelaskan lebih detail. (Mulya D)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Tags:
Share:

Mr Borneo

Leave a Comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.