AMANKAN 2500 KARUNG BAHAN PELEDAK, OPERASI JARING WALLACEA 2017 PUTUS JARINGAN TERORIS

(BorneoBangkit.com, Nunukan) – 1 Desember 2017 – Disamping bisa menyelamatkan potensi pemasukan keuangan negara sebesar Rp. 551,1 miliar dalam patroli laut Bea dan Cukai bersandi jaring wallacea II 2017 untuk wilayah laut timur Indonesia. Operasi Jaring Wallacea II 2017 ini juga diklaim mematahkan rantai terorisme dengan menggagalkan 2.500 karung amonium nitrat.

Direktorat jenderal Bea dan Cukai RI, Heru Pambudi mengungkapkan, selama ini penggunaan amonium nitrat sebagai bahan peledak tunggal kerap disalahgunakan nelayan untuk menangkap ikan di laut, tak menutup kemungkinan bahan yang bisa diracik sebagai formula bom ini digunakan oleh kelompok teroris di Indonesia.

“Saya sampaikan ini komoditi yang bisa dipakai mengacaukan keamanan, selain untuk pupuk bisa juga menjadi bom, dengan keberhasilan ini, kita berhasil menekan jaringan teroris Sulawesi, kita lumpuhkan mereka,” ujar Dirjen Bea Cukai menutup operasi jaring wallacea di jembatan pancang batu Sebatik kabupaten Nunukan Kalimantan Utara berjarak sekitar 3 km dari daratan Malaysia, Rabu (29/11/2017).

Dalam satu karungnya, ada sekitar 25 kg, jika dikalkulasikan maka ada sekitar 62.500 kg bahan peledak yang menghasilkan daya hancur sangat besar yang tentu saja membahayakan keamanan juga stabilitas negara jika komodity tersebut sampai jatuh ke tangan teroris.

Selain menggagalkan penyelundupan amonium nitrate, operasi terpadu wallacea ini melibatkan TNI AL, tentara penjaga perbatasan, pemkab juga bekerja sama dengan marine Malaysia untuk menekan kejahatan lintas negara. (Mulia D)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Mr Borneo

Leave a Comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.